Indonesian Arabic English French German

Cari Arsip Berita

KH Tengku Zulkarnain, yang juga Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan rasa salutnya terhadap Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Rasa salut dan bangga itu terungkap atas aktivitas keagamaan Nurdin dengan gerakan Safari Subuh dan Shalat Berjamaah.

“Jarang-jarang ada Gubernur seperti ini. Karena itu saya berpesan kepada Pak Gubernur teruslah berjalan di jalan Allah. Insya Allah, Kepri damai aman, dan tentram,” kata Ustadz Tengku dalam rangkaian Kepri Mengaji di Masjid Al Amin Ganet Tanjungpinang, Rabu (10/1) subuh.

Gubernur Nurdin memang sejak lama terus melakukan gerakan shalat Subuh berjamaah. Nurdin bersafari dari satu masjid ke masjid lainnya setiap Subuh dalam banyak kesempatan. Termasuk saat kunjungan ke berbagai daerah.

Bahkan, kadang-kadang bergerak dari Tanjungpinang atau Batam ketika dinihari untuk menggelar shalat Subuh di pulau-pulau dalam jangkauan satu sampai dua jam perjalanan kapal.

Tak hanya Safari Subuh, dalam banyak kesempatan kunjungan ke pulau-pulau pun, Nurdin lebih banyak beraktivitas di masjid-masjid. Setelah berjamaah, dia bersilaturahmi, membuka dialog, menjaring aspirasi dan mencarikan solusi. Kadang diselesaikan saat itu juga atau dibawa kembali ke ibu kota untuk diselesaikan oleh OPD terkait.

Tak heran jika Ustadz Tengku menyebut Nurdin, sebagai seorang Gubernur sebagai manusia langka.

Ustadz Tengku menyebutkan, rahmat Allah yang paling banyak diterima itu adalah di masjid. Karena itu, sering seringlah melakukan sholat berjamaah di masjid-masjid.

Lelaki kelahiran Medan Sumatera Utara ini menambahkan, bahwa perbedaan penerima pahala laki laki dan perempuan saat berjamaah di masjid. Kalau laki laki, apabila melakukan sholat berjamaah di masjid dan duduk di shaf paling depan sebelah kanan, maka Allah akan berikan pahala yang berlimpah.

Dalam gerakan Safari Subuhnya, Nurdin bergerak kadang tanpa memberi tahu pengurus masjid. Pernah suatu kali, sampai di sebuah masjid, setelah dia sampai dan menunaikan shalat tahyatul masjid di teras, pintu masjid belum juga dibuka. Nurdin dan rombongan akhirnya pindah ke masjid terdekat.

Di Masjid Al Amin, Gubernur tampak senang dengan banyaknya jamaah yang hadir. Dia berharap para jamaah terus bertahan seperti ini setiap waktu.

“Kalau kita ramai berbondong-bondong menuju masjid, di situ terlihat Islam sangat kuat,” kata Nurdin. Karena itu Nurdin selalu berpesan shalat berjamaah dijadikan kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Nurdin juga mengajak jamaah untuk berkonektivitas hati secara bersama-sama memakmurkan masjid.(Fir/Humas)