Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Danish Dutch English French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish

Cari Arsip Berita

Jakarta, - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, momentum Hari Guru Nasional hendaknya dijadikan sebagai refleksi apakah guru-guru Indonesia sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya. Di sisi lain, Hari Guru Nasional juga dijadikan refleksi, apakah kita sudah cukup memuliakan guru-guru yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita sehingga menjadi pribadi yang tangguh dan berhasil. “Sebab, tak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru,” ujar Mendikbud saat upacara peringatan Hari Guru Nasional di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Ia mengatakan, Hari Guru Nasional juga menjadi titik evaluasi yang strategis bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan tentang guru. Mendikbud mengakui, masih banyak persoalan guru yang belum sepenuhnya teratasi. Kemendikbud, katanya, akan terus melanjutkan kebijakan-kebijakan untuk menjadikan guru lebih kompeten, profesional, terlindungi, dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia, dan bermartabat.

“Pemberian tunjangan profesi bagi guru yang telah tersertifikasi, serta tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di daerah khusus akan terus menjadi perhatian,” tutur Mendikbud. Ia melanjutkan, Kemendikbud juga akan terus meningkatkan jumlah guru yang memiliki keahlian ganda untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kejuruan. Sementara untuk mencapai pemerataan pendidikan yang berkualitas, Kemendikbud akan terus menjalankan program Guru Garis Depan (GGD).

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud juga mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia. “Secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab negara, tetapi secara moral adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya. Iapun memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut membantu meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru, antara lain pemerintah daerah.

“Perhatian pemerintah daerah yang memberi tunjangan tambahan dan membuat terobosan kebijakan yang inovatif kepada para guru tentu sangat kita hargai,” ujar Mendikbud.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu juga mengapresiasi asosiasi profesi atau organisasi guru yang telah menjadi mitra pemerintah dan mitra guru. Apresiasi juga disampaikan Mendikbud untuk organisasi sosial dan sosial keagamaan, serta lembaga swadaya masyarakat. “Semangat bekerja bersama untuk Indonesia yang lebih baik sungguh terasa ketika kita melihat bagaimana para guru ini menjadi perhatian besar kita semua,” tuturnya. Menutup sambutannya, Mendikbud mengajak semua pihak untuk menjadi guru teladan bagi anak-anak Indonesia.

kemdikbud