Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Danish Dutch English French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish

  • VTEM Image Show

    Selamat Datang di website Dinas Pendidikan provinsi Kepri

    Kadisdik Kepri
  • VTEM Image Show

    Berpancang Amanah Bersauh Marwah

  • VTEM Image Show

    Untuk Pendidikan Indonesia Yang Lebih Maju

  • VTEM Image Show

    Pendidikan Karakter Menjadi Prioritas Utama

  • VTEM Image Show

  • VTEM Image Show

Berita DISDIK KEPRI

Prev Next
APBD Perubahan 2017 Kepri Meningkat Jadi Rp3,469 Triliun

APBD Perubahan 2017 Kepri Meningkat Jadi Rp3,469 Triliun

Dompak - Total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2017 Provinsi Kepri mengalami peningkatan menjadi Rp3,469 triliun dibandingkan APBD murni tahun ini yakni Rp3,360 triliun. “Untuk APBD Perubahan tahun ini mengalami peningkatan sebesar Rp135,457 miliar,” kata Ketua DPRD Kepr... Read more

Mendikbud lepas 6.296 Guru Garis Depan

Mendikbud lepas 6.296 Guru Garis Depan

Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melepas 6.296 guru garis depan (GGD). Ribuan guru itu akan ditugaskan mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). "Hari ini, kami melepas sebanyak 6.296 GGD. Mereka akan mengajar di daerah 3T," ujar Muhadjir di Jakarta, kema... Read more

OPD Se Kepri Hadir di CK

OPD Se Kepri Hadir di CK

Tanjungpinang - Dinas Pendidikan kepri merupakan salah satu peserta Pelatihan Sistem Keamanan Informasi e-Goverment untuk ASN" tentang pengamanan informasi di lingkungan OPD  se Kepri ikut ambil bagian. Kegiatan yang disponsori oleh Dinas Kominfo Provinsi Kepri ini dirancang sehubungan dengan mereb... Read more

Kawal Perpres Penguatan Pendidikan Karakter, FKDT Gelar Rakernas

Kawal Perpres Penguatan Pendidikan Karakter, FKDT Gelar Rakernas

Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) bertekad mengawal program terbaru Pemerintah yakni, penguatan pendidikan karakter (PPK) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87/2017. Untuk menyatukan visi sekaligus menyinkronkan program ini, FKDT mulai hari ini hingga Rabu (13/9/... Read more

Edaran Gubernur Tentang SPP SMAN, SMKN & SLBN Se Provinsi Kepri

Edaran Gubernur Tentang SPP SMAN, SMKN & SLBN Se Provinsi Kepri

Surat Edaran No. 842/1177/SET Tanggal 21 Agustus 2017 tentang Sumbangan Pendanaan Pendidikan SMA, SMK dan SLB Negeri di Provinsi Kepulauan Riau, dapat diakses di sini Read more

Mendikbud Rotasi 144 Pejabat untuk Penyegaran Organisasi

Mendikbud Rotasi 144 Pejabat untuk Penyegaran Organisasi

Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melantik 144 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penyegaran organisasi ini dilakukan melalui pengangkatan dan rotasi. "Rotasi ini meru... Read more

Persiapan Hari Jadi Ke 15 Provinsi Kepri Tahun 2017

Persiapan Hari Jadi Ke 15 Provinsi Kepri Tahun 2017

Dompak - Pemrov Kepri mulai melakukan persiapan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke 15 Provinsi Kepri tahun 2017, diawali dengan rapat bersama seluruh SKPD di Kantor Gubernur yang langsung dipimpin oleh Gubernur Kepri Senin (4/9) yang lalu. Dalam rapat dibahas berbagai agenda kegiatan. Khusus untuk... Read more

Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017

Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017

Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017, akses       Read more

Kepri Hantar Peserta O2SN ke Medan

Kepri Hantar Peserta O2SN ke Medan

Kepri- Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2017 dipastikan akan digelar di Medan. Kontingen Kepri mulai dari jenjang PKLK SD hingga SLTA sudahpun diberangkatkan. Kepala Dinas pendidikan yang beberapa waktu lalu sempat membuka kegiatan serupa untuk tingkat provinsi selalu menekankan agar para p... Read more

Museum Sumpah Pemuda di JI. Kramat Raya, Jakarta. “Aku hanya orang biasa yang Bekerja untuk bangsa lndonesia dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara."

Ki Hajar Dewantoro
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat  lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.[2]

Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)

 

 

 

Banyak orangtua kelimpungan saat membimbing anak-anaknya merencanakan keuangan. Padahal, pengenalan bisa dimulai saat memberikan uang saku harian alias duit jajan.

“Pemberian uang saku akan membiasakan anak memegang uang, mengambil keputusan keuangan, dan mengelola keuangan sendiri,” ujar Diana Sandjaja, perencana keuangan Tatadana Consulting dikutip dari Kontan, Kamis (14/1/2016).

Maka dari itu, kata Diana, hendaknya para orangtua berpikir pemberian uang saku bukan didasarkan pada memenuhi kebutuhan pribadi sang buah hati di sekolah saja, melainkan pembelajaran mengenai perencanaan keuangan juga.

Meski demikian, Diana mengingatkan bahwa pelajaran mengenai pengelolaan keuangan ini mesti bertahap.

“Seperti pelajaran di sekolah, (pembelajaran pengelolaan keuangan) ini harus bertahap. Pelajaran anak SD tentu berbeda dengan anak SMA. Begitu pula pemberian uang saku,” imbuhnya.

Bukan hanya nilai atau besar uang saku yang berbeda, Diana bilang, sistem dan tanggung jawab anak pada beda tingkatan juga mempengaruhi tahapan pembelajaran.

“Untuk anak kelas satu SD, misalnya, belum bisa membedakan nominal uang dan cara transaksi yang benar,” ujar Diana memberi contoh.

Pada usia itu, menurut Diana, orangtua bisa sesekali memberikan uang pada buah hati untuk sekali transaksi. “Tahap ini lebih bersifat pengenalan,” tambahnya.

Seiring kenaikan jenjang sekolah, anak juga bakal semakin pintar berhitung. Pada saat itulah, orangtua bisa mempercayakan pemberian uang saku sesuai kebutuhan anak. Misalnya, menyerahkan pengelolaan uang transportasi selain uang jajan harian.

Bahkan, bagi anak-anak di tingkat SMP, perlu juga diberikan uang saku untuk kebutuhan sosialisasi. Anak-anak pada usia ini umumnya sedang senang-senangnya berkumpul bersama teman, termasuk makan bersama atau menonton bioskop.

Biaya pulsa telepon bisa juga dimasukkan sebagai komponen uang saku. Pastikan saja, orangtua telah menakar masing-masing biaya yang dihitung sebagai bagian uang saku, agar pemberian duit ini cukup tanpa perlu berlebihan juga.

Jika kelihatannya anak bisa menganggarkan dengan tepat dan mampu mempertanggungjawabkan penggunaannya, orangtua sudah bisa memulai mengatur ulang frekuensi pemberian uang saku.

Perencana keuangan mengingatkan, pengaturan frekuensi pemberian uang saku juga harus bertahap dan disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak dalam mengelola keuangan.

“Pemberian uang saku harian merupakan langkah awal bagi anak untuk belajar. Jika anak bisa mempertanggungjawabkan, berarti ia bisa naik tingkat ke sistem mingguan,” ujar Diana.

Pemberian uang saku bisa diperpanjang waktunya menjadi bulanan, lanjut Diana, bila anak terbukti bisa mengelola dan mempertanggungjawabkan duit jajan-nya saat diserahkan mingguan. Jika sebaliknya, uang jajan sudah habis sebelum akhir periode pemberian, anak belum siap mengelola keuangannya.

Pada kondisi anak belum siap, orangtua sebaiknya belum memperpanjang periode penyerahan uang saku. Jangan sampai frekuensi pemberian uang saku sudah diperjarang menjadi bulanan, anak malah sudah kehabisan duit pada tiga hari pertama bulan itu.

 

Menyimpan uang

Hal lain yang harus dikenalkan pada anak adalah menyimpan uang sisa. Jangan sampai, uang saku habis hanya untuk jajan.

“Tak ada salahnya juga pemberian uang saku mencakup anggaran untuk menabung,” saran Perencana Keuangan Janus Financial Dwita Ariani yang juga dikutip dari Kontan.

Dalam hal ini, orangtua juga perlu mengajarkan anak cara menyisihkan uang. Kemas cara itu jadi terlihat menarik. Contohnya dengan mengadopsi tantangan mengumpulkan uang dalam 52 minggu yang santer di media sosial pada 2014.

Inti permainan, seseorang ditantang memiliki perencanaan keuangan yang tertib. Mereka harus menyisihkan uang dengan tambahan kelipatan tertentu tiap pekannya, selama 52 minggu. Bila dijalankan, uang yang terkumpul ternyata cukup mengejutkan juga jumlahnya.

Misalnya, saat memutuskan menyimpan Rp 5.000 pada minggu pertama, uang terkumpul Rp 6,89 juta pada akhir tahun. Coba saja terapkan tantangan itu pada anak.

Mereka bisa memulai dengan nominal yang paling kecil, sebut saja Rp 1.000. Saldo akhir yang bisa didapat adalah Rp 1.378.000. Saat anak-anak memutuskan mengikuti tantangan tersebut, tidak ada salahnya orangtua pun menjalani tantangan yang sama, tentu dengan nominal lebih besar.

 

Bikin bahagia

Survei yang dilakukan Ally Bank pada 2013 mendapati fakta, orang akan merasa jauh lebih senang dan bahagia ketika terbukti mampu menyisihkan uang. Setidaknya, 84 persen dari 1.025 responden survei itu menyatakan hal tersebut.

Perasaan itu bahkan disebut lebih menyenangkan dibandingkan saat memakan makanan sehat, makanan enak, mendapat pekerjaan yang menyenangkan, atau alasan lainnya. Anak-anak bukan perkecualian atas rasa ini.

Lalu, untuk apa uang terkumpul? Tanamkan sejak dini bahwa perencanaan dan pengelolaan keuangan penting untuk masa depannya.

Tentu, cara menyisihkan uang tak hanya satu. Anak-anak boleh memilih langkah yang menurut mereka paling menyenangkan, termasuk lewat asuransi.

Orangtua juga bisa memupuk pemahaman bahwa hal tersebut bisa dijadikan investasi yang dapat melindungi keluarga dari risiko pada masa depan. Misalnya, untuk memastikan biaya pendidikan anak terjamin sampai level sarjana.

Investasi pendidikan anak seperti itu dapat ditemukan salah satunya di layanan AXA Mandiri & AXA—yang memiliki fasilitas asuransi pendidikan konvensional maupun syariah—untuk menjawab kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan.

Bila orangtua sudah memanfaatkan asuransi pendidikan ini, tak ada salahnya anak-anak mendapat pengenalan tentangnya juga. 

kompas

 

 

 

Makalah & Artikel

Prev Next
Ini Makna Kemerdekaan bagi Bangsa Ini, Apa Maknanya bagi Anda?

Ini Makna Kemerdekaan bagi Bangsa Ini, A…

Memperingati dan merayakan ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan...

Read more
Hari Pertama Masuk Sekolah, Siapa Takut? 3 Tips untuk Orangtua

Hari Pertama Masuk Sekolah, Siapa Takut?…

Apa arti hari pertama masuk sekolah? Semester...

Read more
(Kemendikbud) mengajak semua pihak untuk melakukan reformasi

(Kemendikbud) mengajak semua pihak untuk…

Kemendikbud – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)...

Read more
Hikmah Isra Mi'raj

Hikmah Isra Mi'raj

Perjalanan isra dan mi’raj merupakan perjalanan yang...

Read more
Dari Duit Jajan, Ajari Anak Kelola Keuangan

Dari Duit Jajan, Ajari Anak Kelola Keuan…

      Banyak orangtua kelimpungan saat membimbing anak-anaknya merencanakan...

Read more
Menawarkan Cara Belajar Matematika yang Riang

Menawarkan Cara Belajar Matematika yang …

      Kegelisahan terhadap rendahnya minat belajar matematika mendorong...

Read more
7 Tips Merancang Dana Pendidikan Anak

7 Tips Merancang Dana Pendidikan Anak

Sebagai orangtua tentu memiliki harapan untuk memberikan...

Read more
Negara-Negara Ini Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik Sedunia

Negara-Negara Ini Memiliki Sistem Pendid…

Berdasarkan data laporan Global Competitiveness Report, inilah...

Read more
Sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945

Sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945

Hari Pahlawan 10 November 1945 merupakan peringatan...

Read more
Yang Harus Dihindari Fresh Graduate, Saat Melamar Kerja

Yang Harus Dihindari Fresh Graduate, Saa…

      Pada dekade ini untuk mencari kerja yang...

Read more

Link Situs