Indonesian Arabic Chinese (Simplified) Danish Dutch English French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Portuguese Russian Spanish

  • VTEM Image Show

    Selamat Datang di website Dinas Pendidikan provinsi Kepri

    Kadisdik Kepri
  • VTEM Image Show

    Berpancang Amanah Bersauh Marwah

  • VTEM Image Show

    Untuk Pendidikan Indonesia Yang Lebih Maju

  • VTEM Image Show

    Pendidikan Karakter Menjadi Prioritas Utama

  • VTEM Image Show

  • VTEM Image Show

Berita DISDIK KEPRI

Prev Next
Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2017

Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2017

Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2017, akses       Read more

Kegiatan Hari Korpri ke 46 Provinsi Kepri

Kegiatan Hari Korpri ke 46 Provinsi Kepri

Dompak - Bertempat di Halaman kantor gubernur kepri, ribuan pegawai memadati halaman gedung (23/11) melaksanakan kegiatan senam sehat bersama, perlombaan rakyat berupa tarik tambang, lomba bakiak dan balon ceria. Kegiatan ini resmi dilaksanakan oleh Biro Organisasi Provinsi Kepri, yang telah menyia... Read more

Gubernur dan Sekda Kepri Sidak USB

Gubernur dan Sekda Kepri Sidak USB

Tanjungpinang - Sejak pagi Selasa (21/11) beberapa pegawai dan staf dinas pendidikan ditelpon pihak gubernuran sehubungan dengan adanya sidak dan monitoring Gubernur Kepri bersama Sekda Prov, ke 2 sekolah baru di Tanjungpinang, yaitu di SMAN 7 dan SMKN 5 Tanjungpinang. Sekolah SMAN 7 dan SMKN 5 mem... Read more

Waspada Berita HOAX Pengajuan NUPTK

Waspada Berita HOAX Pengajuan NUPTK

Dompak - Waspada terhadap informasi yang saat ini menyebar di medsos, tentang pengajuan NUPTK yang mengatas namakan Dinas Provinsi. Seperti di bawah ini : Silakan dishare ke grup lain, barangkali ada yang perlu. Info pengajuan pembuatan NUPTK baru (bagi yang belum memiliki NUPTK).    Persyaratan... Read more

Sekda Buka LKS 2017

Sekda Buka LKS 2017

Batam - Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Provinsi kepri tahun 2017 akan dilaksanakan pada tanggal 15-18 Nopember 2017 dipusatkan di Kota Batam. Secara teknis cabang lomba sebanyak 48 cabang akan dilaksanakan di berbagai tempat dan lokasi, baik di Batam, Tanjungpinang dan Bintan. Kegiatan p... Read more

12.988 Sekolah Belum Terkoneksi Internet

12.988 Sekolah Belum Terkoneksi Internet

JAKARTA - Akses internet di sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih rendah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat baru 63,4% sekolah di daerah 3T yang sudah terkoneksi internet.  Kemendikbud bekerja sama dengan Kemenkominfo mengadakan progra... Read more

Tim Verifikator Temukan Kejanggalan

Tim Verifikator Temukan Kejanggalan

Dompak - Panitia seleksi proposal beasiswa kepri tahun 2017 melakukan kunjungan ke beberapa kampus mahasiswa yang mengajukan usulan proposal beasiswa. Dari hasil monitoring ditemukan beberapa kejanggalan data validasi ke kampus, antara lain : Keterangan aktif kuliah yang aspal IPK nasakom... Read more

Pedoman Hari Pahlawan 2017

Pedoman Hari Pahlawan 2017

Download Pedoman Hari Pahlawan 2017, akses Read more

Museum Sumpah Pemuda di JI. Kramat Raya, Jakarta. “Aku hanya orang biasa yang Bekerja untuk bangsa lndonesia dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara."

Ki Hajar Dewantoro
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat  lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.[2]

Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)

 

 

 

Banyak orangtua kelimpungan saat membimbing anak-anaknya merencanakan keuangan. Padahal, pengenalan bisa dimulai saat memberikan uang saku harian alias duit jajan.

“Pemberian uang saku akan membiasakan anak memegang uang, mengambil keputusan keuangan, dan mengelola keuangan sendiri,” ujar Diana Sandjaja, perencana keuangan Tatadana Consulting dikutip dari Kontan, Kamis (14/1/2016).

Maka dari itu, kata Diana, hendaknya para orangtua berpikir pemberian uang saku bukan didasarkan pada memenuhi kebutuhan pribadi sang buah hati di sekolah saja, melainkan pembelajaran mengenai perencanaan keuangan juga.

Meski demikian, Diana mengingatkan bahwa pelajaran mengenai pengelolaan keuangan ini mesti bertahap.

“Seperti pelajaran di sekolah, (pembelajaran pengelolaan keuangan) ini harus bertahap. Pelajaran anak SD tentu berbeda dengan anak SMA. Begitu pula pemberian uang saku,” imbuhnya.

Bukan hanya nilai atau besar uang saku yang berbeda, Diana bilang, sistem dan tanggung jawab anak pada beda tingkatan juga mempengaruhi tahapan pembelajaran.

“Untuk anak kelas satu SD, misalnya, belum bisa membedakan nominal uang dan cara transaksi yang benar,” ujar Diana memberi contoh.

Pada usia itu, menurut Diana, orangtua bisa sesekali memberikan uang pada buah hati untuk sekali transaksi. “Tahap ini lebih bersifat pengenalan,” tambahnya.

Seiring kenaikan jenjang sekolah, anak juga bakal semakin pintar berhitung. Pada saat itulah, orangtua bisa mempercayakan pemberian uang saku sesuai kebutuhan anak. Misalnya, menyerahkan pengelolaan uang transportasi selain uang jajan harian.

Bahkan, bagi anak-anak di tingkat SMP, perlu juga diberikan uang saku untuk kebutuhan sosialisasi. Anak-anak pada usia ini umumnya sedang senang-senangnya berkumpul bersama teman, termasuk makan bersama atau menonton bioskop.

Biaya pulsa telepon bisa juga dimasukkan sebagai komponen uang saku. Pastikan saja, orangtua telah menakar masing-masing biaya yang dihitung sebagai bagian uang saku, agar pemberian duit ini cukup tanpa perlu berlebihan juga.

Jika kelihatannya anak bisa menganggarkan dengan tepat dan mampu mempertanggungjawabkan penggunaannya, orangtua sudah bisa memulai mengatur ulang frekuensi pemberian uang saku.

Perencana keuangan mengingatkan, pengaturan frekuensi pemberian uang saku juga harus bertahap dan disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak dalam mengelola keuangan.

“Pemberian uang saku harian merupakan langkah awal bagi anak untuk belajar. Jika anak bisa mempertanggungjawabkan, berarti ia bisa naik tingkat ke sistem mingguan,” ujar Diana.

Pemberian uang saku bisa diperpanjang waktunya menjadi bulanan, lanjut Diana, bila anak terbukti bisa mengelola dan mempertanggungjawabkan duit jajan-nya saat diserahkan mingguan. Jika sebaliknya, uang jajan sudah habis sebelum akhir periode pemberian, anak belum siap mengelola keuangannya.

Pada kondisi anak belum siap, orangtua sebaiknya belum memperpanjang periode penyerahan uang saku. Jangan sampai frekuensi pemberian uang saku sudah diperjarang menjadi bulanan, anak malah sudah kehabisan duit pada tiga hari pertama bulan itu.

 

Menyimpan uang

Hal lain yang harus dikenalkan pada anak adalah menyimpan uang sisa. Jangan sampai, uang saku habis hanya untuk jajan.

“Tak ada salahnya juga pemberian uang saku mencakup anggaran untuk menabung,” saran Perencana Keuangan Janus Financial Dwita Ariani yang juga dikutip dari Kontan.

Dalam hal ini, orangtua juga perlu mengajarkan anak cara menyisihkan uang. Kemas cara itu jadi terlihat menarik. Contohnya dengan mengadopsi tantangan mengumpulkan uang dalam 52 minggu yang santer di media sosial pada 2014.

Inti permainan, seseorang ditantang memiliki perencanaan keuangan yang tertib. Mereka harus menyisihkan uang dengan tambahan kelipatan tertentu tiap pekannya, selama 52 minggu. Bila dijalankan, uang yang terkumpul ternyata cukup mengejutkan juga jumlahnya.

Misalnya, saat memutuskan menyimpan Rp 5.000 pada minggu pertama, uang terkumpul Rp 6,89 juta pada akhir tahun. Coba saja terapkan tantangan itu pada anak.

Mereka bisa memulai dengan nominal yang paling kecil, sebut saja Rp 1.000. Saldo akhir yang bisa didapat adalah Rp 1.378.000. Saat anak-anak memutuskan mengikuti tantangan tersebut, tidak ada salahnya orangtua pun menjalani tantangan yang sama, tentu dengan nominal lebih besar.

 

Bikin bahagia

Survei yang dilakukan Ally Bank pada 2013 mendapati fakta, orang akan merasa jauh lebih senang dan bahagia ketika terbukti mampu menyisihkan uang. Setidaknya, 84 persen dari 1.025 responden survei itu menyatakan hal tersebut.

Perasaan itu bahkan disebut lebih menyenangkan dibandingkan saat memakan makanan sehat, makanan enak, mendapat pekerjaan yang menyenangkan, atau alasan lainnya. Anak-anak bukan perkecualian atas rasa ini.

Lalu, untuk apa uang terkumpul? Tanamkan sejak dini bahwa perencanaan dan pengelolaan keuangan penting untuk masa depannya.

Tentu, cara menyisihkan uang tak hanya satu. Anak-anak boleh memilih langkah yang menurut mereka paling menyenangkan, termasuk lewat asuransi.

Orangtua juga bisa memupuk pemahaman bahwa hal tersebut bisa dijadikan investasi yang dapat melindungi keluarga dari risiko pada masa depan. Misalnya, untuk memastikan biaya pendidikan anak terjamin sampai level sarjana.

Investasi pendidikan anak seperti itu dapat ditemukan salah satunya di layanan AXA Mandiri & AXA—yang memiliki fasilitas asuransi pendidikan konvensional maupun syariah—untuk menjawab kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan.

Bila orangtua sudah memanfaatkan asuransi pendidikan ini, tak ada salahnya anak-anak mendapat pengenalan tentangnya juga. 

kompas

 

 

 

Makalah & Artikel

Prev Next
Ini Makna Kemerdekaan bagi Bangsa Ini, Apa Maknanya bagi Anda?

Ini Makna Kemerdekaan bagi Bangsa Ini, A…

Memperingati dan merayakan ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan...

Read more
Hari Pertama Masuk Sekolah, Siapa Takut? 3 Tips untuk Orangtua

Hari Pertama Masuk Sekolah, Siapa Takut?…

Apa arti hari pertama masuk sekolah? Semester...

Read more
(Kemendikbud) mengajak semua pihak untuk melakukan reformasi

(Kemendikbud) mengajak semua pihak untuk…

Kemendikbud – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)...

Read more
Hikmah Isra Mi'raj

Hikmah Isra Mi'raj

Perjalanan isra dan mi’raj merupakan perjalanan yang...

Read more
Dari Duit Jajan, Ajari Anak Kelola Keuangan

Dari Duit Jajan, Ajari Anak Kelola Keuan…

      Banyak orangtua kelimpungan saat membimbing anak-anaknya merencanakan...

Read more
Menawarkan Cara Belajar Matematika yang Riang

Menawarkan Cara Belajar Matematika yang …

      Kegelisahan terhadap rendahnya minat belajar matematika mendorong...

Read more
7 Tips Merancang Dana Pendidikan Anak

7 Tips Merancang Dana Pendidikan Anak

Sebagai orangtua tentu memiliki harapan untuk memberikan...

Read more
Negara-Negara Ini Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik Sedunia

Negara-Negara Ini Memiliki Sistem Pendid…

Berdasarkan data laporan Global Competitiveness Report, inilah...

Read more
Sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945

Sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945

Hari Pahlawan 10 November 1945 merupakan peringatan...

Read more
Yang Harus Dihindari Fresh Graduate, Saat Melamar Kerja

Yang Harus Dihindari Fresh Graduate, Saa…

      Pada dekade ini untuk mencari kerja yang...

Read more

Link Situs